Jumat, 03 Februari 2012


BBM = BENAR BENAR MENGASYIKAN

Mata sesekali melirik ke bb , sambil melirik bacaan Jasmine. Kalau ada kesalahan, tinggal berdehem maka Jasmine akan segera mengulangi bacaaannya.  Gimana cara mengajari seperti ini ya? Cukup keren gak ya? Hehehe……
Sekerang giliran Zahra untuk membaca. Maka kuperintahkan Zahra untuk mengambil bukunya sementara Jasmine mengerjakan tugas yang lain. Tiba-tiba, aku terhenyak dengan perkataan Zahra, “Mah, bbm nya matiin dong.  Bilang sama temen mamah kalo mamah lagi temenin anak-anak belajar…”
O ow…. Terperangah. Terpana. Shock.  Ehm! Tentu saja.  Bukan sekali ini saja sebenarnya protes Zahra mampir didiriku. Beberapa kali ia protes atas keberadaan sebuah benda yang bernama BB ditanganku.  Tapi kenapa ya , kok nyandu banget sih nih BB ditangan!
Kemarin dulu di Taxi Zahra berkomentar, “Ah Mamah bb-an melulu. Bosan tau…” . Eits…bukan mamah dong kalau gak bisa ngeles. Jelasku pada Zahra, “Mamah kan perlu tau ayah ada dimana. Takutnya ayah udah pulang duluk  dan gak bisa masuk rumah”.  Zahra pun langsung memaklumi.
Yang protes Cuma Zahra? Coba lihat nih protesnya Ghifar, si ganteng yang berumur empat tahun.  “Mamah,taro”,  protesnya sambil mengambil BB ku dan menaruhnya diatas meja. Aku tidak bisa berkata banyak kecuali menatap gambar yang tengah dibuatnya diatas buku gambar. “Niiih lihat, gambarku. Bagus kan?”. Dengan senyum selebar mungkin, aku pun memuji hasil gambarnya berupa orang yang sedang berlari mengejar layang-layang dengan latar belakang rumah, pepohonan, dan langit biru. Tak lama kemudian kami pun tenggelam dalam percakapan mengenai gambar itu. Ternyata, more lively than chatting with my friends via bbm. Well, it’s nice. Awesome.
Terus, gimana dengan anak keduaku yang bernama Jasmine. Hmmm tidak kalah protesnya dengan kakak dan adiknya. Ia pun melakukan unjuk rasa atas aksi bbm-an ku. Ia selalu asyik dengan bacaaanya sampai-sampai aku pun didongengi buku cerita. Maka ketika ia sedang mendongengi cerita kepadaku, interupsi suara bip! masuk kegendang telingaku. Membuyarkan konsentrasi atas dongengnya dan koreksian atas bacaannya. Clikclikclik…. Aku pun membalas bbm sahabat. “ Iiiiih Mamaaaaaaah …. Mau dibacain gak sih? Telponnya taro dong!”.  Yiiiihaaaa…. Manisnya teguran itu. Maka tersingkirlah BB dan masuklah dongeng Jasmine kedalam jiwa dan ragaku.
Hanya segitu? Hanya anak-anak saja yang protes. Ha! Ternyata tidak. Suami tersayang memang tidak sefrontal anak-anak dalam memprotes keberadaan BB ditangan dan dihatiku. Tapi niiihhh….sempat satu minggu BB rusak. Tidak ada sinyal apapun kecuali telpon dan sms. Itupun tanpa suara. Jadi entah kapan ada sms dan telpon masuk, aku tidak pernah menyadarinya.  Lalu tiba-tiba kalimat yang menyentakan kalbu pun datang, “Jasmine,Asyik ya BB mamah rusak. Jadi mamah gak sibuk sama BBnya…” Oaaalllaahhh…. Ternyata begitu ya kelakuan diriku. Menginterupsi acara keluarga dan kebersamaan keluarga dengan BB.  Hahahhaa…. Baiklah.
Tapi sampai saat ini, BB yang sehat segar bugar, telah kembali kepangkuanku.  Enak kan balik lagi gaul dengan teman-teman didunia maya. Cuma sebentar doang kok lihat BB dan membalas BB. Kenapa sih kok pada ribut banget ya?
Dengan BB dikantong jalan-jalan sore bersama anak-anak pun masih bisa dilakukan. Sampai akhirnya aku berjumpa dengan seorang teman ditaman bermain perumahanku. Saling tegur dan sapa pun tak terelakan. Obrolan ringan mengalir lancar. Sssst….apalagi dia temanku di BBM. Jadi meskipun tinggal berjauhan rasanya akrab dan dekat sekali. Tapi gak berapa lama ia asyik dengan klikklikklik BB nya. Aku terdiam. Selesai klikklilklik kami pun berbicara lagi. Sampai jeda cukup panjang yang cukup membuatku beranjak meninggalkan bangku taman dan memilih berlari mengejar layangan. Phew….Akhirnya bisa bebas dari Mrs.klikklikklik. Enak aja aku dicuekin. Huh!  Astaga…!!! Jangan-jangan itu yang dirasakan anak-anak ya?



Tidak ada komentar: