Minat baca memang ada. Tapi bagaimana dengan penangkapan makna dari bacaaan? Ghifar yang berusia 4 tahun memang senang dibacakan buku oleh kakaknya yang berumur 6 tahun. Kali ini Ghifar memilih buku bejudul, AKu Sayang Bunda.Maka mulailah Jasmine membacakan buku tersebut.
Selesai dibacakan lalu ghifar menunjukkan buku tersebut padaku. “Mama, mau ini. Mobil”
Lhooooo inti ceritanya kan agar seorang anak tidak selalu minta dibelikan ini itu pada bundanya dan memahami bahwa memahami pemanfaatan uang yang tidak hanya untuk mainan.
Kenapa berakhir seperti ini??????
“Ma…aku mau beli maninan” Kata Ghifar.
“Ih, kan baru kemarin beli mainan” jawabku . Lalu kutambahkan, “kan kalau beli mainan perlu uang, Ghifar”.
“Mama gak punya uang? Coba lihat dompet mama”
Eiitts sembarangan , mau oprek-oprek dompet. Jelas saja tidak aku perbolehkan.
“Mama ada uang, tapi bukan untuk beli mainan.”
Lalu kulihat buku yang disodorkan ghifar padaku yang katanya mau membeli mobil seperti yang dimainkan oleh Syamil.
“Sini mama bacain lagi bukunya”. Lalu mulailah aku membacakan buku itu selembar demi selembar dengan menekankan pada perkataan bunda Syamil bhwa uang yang dimiliki tidak hanya untuk membeli maianan tetapi untuk banyak keperluan yang lain. Tapi Ghifar bersikeras untuk minta dibelikan mobil-mobilan seperti yang ada dibuku. Lengkap dengan remote control.
“Ghifar… kamu ngerti gak sih?”,
Jasmine langsung berkomentar mendengar percakapanku dengan Ghifar. Lalu disambung lagi dengan pertanyaan darinya, “Mah…. Memangnya mamah gak punya uang untuk beli mobil-mobilan? Uang Mamah tinggal sedikit?”
Yaah daripada berpanjang lebar kujawab saja dengan singkat, “Iya”.
“Ooooh gitu ya Ma” kata Jasmine sementara dibelakangnya Ghfar menangis-nangis minta dibelikan mobil-mobilan.
“Mamah bikin uang saja kalo gitu”
“heh? Mana bisa?”
“Mamah gak bisa? Aku bisa. Mamah punya kertas kan? Aku punya pinsil dank rayon. Nanti aku buat uang untuk mamah supaya uang mamah banyak. Jadi mamah bisa beli segalanya”
“yah kan beda sama uang yang berlaku di Negara kita, Jasmine…..”
“Maksud?????”, tanya Jasmine dengan bingung.
Lalu ia pun bergegas mengambil krayon dan pinsil. Kemudian meminta kertas. Lalu dipotong-potongnya kertas itu dan mengajak Ghifar untuk membantunya, “Ayo Ghifar, kita buat uang”
Yasudah lah daripada berisik denger tangisan Ghifar mendingan kubiarkan mereka membuat uang. Ada yang nilai nominalnya Rp 7.000,-, ada yang Rp 3.000,- ada yang Rp 1.000,- dan ada juga yang Rp 500,-
Biarin deh mereka berkreasi sendiri. Lumayan satu jam menyibukan diri dan berarti satu jam waktu untuk diriku sendiri
. Masalah menerangkan uang, ntar aja deh.




