Rabu, 28 Maret 2012

Pakde ku ada dua.....

Lah ini anak-anak, udah sering dikasih tau kalau Mamahnya punya dua kakak tapi masih aja sering lupa. Yang satu namanya Pak De Bogi dan yang satu lagi namanya Pak De Adhi. Memang sih Pak De Adhi sudah almarhum jadinya mungkin agak sulit bagi anak-anak untuk menetapkan di memorinya ada dua pakde dari mamahnya. Kalau dari ayahnya? wuuiiiihhh banyak...

Nah, mumpung bulan Maret adalah bulan ketika Alm Pak De Adhi dilahirkan (tepatnya 11 maret) maka pergilah kami ke makam. Membersihkan makam yang sudah cukup lama tidak dibersihkan. Ajak anak-anak juga biar mereka selalu ingat dan biar mereka ikut membersihkan makam Pakde. Mumpung juga lagi long weekend.

Ternyata hari itu mentari sedang memancarkan sinarnya dengan penuh semangat. Untung saja kami membawa dua payung golf! Satu dipakai oleh bapak dan ibu, sedangkan yang satu lagi dipakai oleh anak-anak. Mereka tetap semangat mesti panasnya bukan alang kepalang. Membawa payung menuju makam sambil tertawa-tawa ceria. Wah, padahal 19 tahun yang lalu kami melalui jalan ini dengan kepala tertunduk, mata sembab, dan wajah yang basah oleh airmata. Padahal 19 tahun yang lalu puluhan orang mengiringi dan menangisi kepergiannya di makam ini.

Ah ternyata waktu berjalan begitu cepat. Saat ini justru keriangan anak-anak yang ada menuju 'rumah' Pakde Adhi....
Tetapi kami ingin anak-anak tau bahwa mereka punya dua pakde.

Sambil berdoa untuk pakde, anak-anak bersih-bersih makam. sikat sana sikat situ. Kira-kira jadi lebih bersih gak ya....


ah yaa setidaknya akan tertancap diingatan mereka bahwa mereka punya dua pakde dari mamah dan punya lima pakde dari ayah.
Dan satu pakde dari mama sudah mendahului mereka bahkan sebelum mereka lahir. Mudah-mudahan doa selalu mengalir untuk pakde Adhi dari mulut mereka. Aammmiiin....

**Lho Zahra mana? Ngumpet karena kepanasan....**

2 komentar:

Intan W.Nggebu mengatakan...

Udah lama banget yah, gak kerasa. Kenapa klo pas baca blog elu, pas yg sedih terus ya?...jadi ingat wkt sempat nengok di rs. Harapan kita. Dan dulu setiap nganter almarhum papa ke sana, gue selalu inget pernah ke lantai atas untuk nengok mas adhi...dan gue rasa klo anak2 elu ada pada saat mas adhi meninggal, pasti pada nangis juga *jasmine yg paling heboh keknya*

Anonim mengatakan...

Sedih ya,ntan?.... Gak bermaksud padahal. Tp gw seneng temen2 gw perhatian sama kakak gw.‎​•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶• Ya Ntan.