"Kita ambil tol yang mana?" Tanya kakakku
"Lah....gak tauuuu", jawabku dengan lugas
"Ini aja kali ya?", tanyanya meminta persetujuanku.
"Mba, tau gak kalau ke TMII keluar di tol mana?" tanyaku pada perias yang duduk dikursi belakang.
Sambil menatapku dengan takjub ia berkata,"enggak tau,mba. Gak papa mba, masih ada waktu. Gak usah panik".
Aku menatap ke jalanan dan ke kakak ku. Dan melirik jam di dashboard. Jam 6! Berarti 3 jam lagih.
'Sampai dimana ini?'....
Oh, ternyata salah jalan. Baiklah, tarik napas panjang. Puter balik, ambil jalan normal yang bukan jalan tol. Mari mengulang jalan kearah semula tanpa masuk ke tol. Kembali kulirik dashboard! Jam 6.30!!
Sampailah di penginapan yang disediakan oleh Sasono Adiguno untuk pengantin.. Disinilah aku akan didandani untuk acara akad nikahku. Kok gelap? Kok dikunci? Lho kenapa ini? "Ya ampun, mba. Maaf sekali ya mba. Petugas yang megang kunci belum datang", kata karyawan Sasono Adiguno dari sebrang telpon.
Tergopoh-gopoh kami ke wisma PLN tempat para mempelai pria dan saudaranya menginap. Kehebohan yang ditambah dengan pertanyaan menghujan dari perias, "kita mau ngerias dimana?".
Aiiiih baru nyadar. Kenapa yang kayak gini belum disiapkan? Okeh, satu kamar dikosongkan oleh kekasih hati. Penghuni kamar, minggirlah kalian semua beserta barang-barang kalian.
Periasku yang baik itu tersenyum kearahku sambil memegang tanganku.
Tarik napas panjang, duduk manis dikursi riasan yang ternyata tidak tersedia kaca yang cukup besar. Tarik napas panjang lagi.... Titahkan kembali pada kekasih hati untuk mencari kamar yang punya.... Kaca! Masa negerias gak pakai kaca ya?
Jam 7 lewat dikit agak banyak, akhirnya proses riasan dan pemakaian baju pengantin dimulai.
"gak panik kan, mba?" tanya periasku.
"hah? Panik kenapa?". Memang sih ini hari pernikahan ku. Akad nikah dimulai jam 9. Tapi aku siap kok menghadapi acara akad nikah. Lahir batin siap! Jadi kenapa mesti panik.
Lalu perias itu tersenyum sambil mendadaniku dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Hampir jam 9. Dan riasan selesai. Maritnik (Mari Kita Nikah).....
"Naik apa kita ke Masjid?", Nah loh!! Kenapa sih pertanyaan dari perias selalu menghujam hati? Tapi inikan memang pertanyaan yang penting. Naik apa dari Wisma PLN yang ada diujung TMII ke Masjid Pangeran Diponegoro yang ada di tengah-tengah TMII. Kepala sedikit berdenyut, hati sedikit kebat kebit.
"Sebentar ya,mba. Telpon bagian transportasi dulu", kataku dengan manis. Setelah telpon sana-sini, kontak sana-sini akhirnya meluncurlah mobil kijang. Ehm... Jadi pake kebaya naik mobil kijang ya? Mana Daewoo?
Phew untunglah setelah itu Daewoo meluncur dengan indahnya dibelakang Kijang.... Jadi gak perlu menyingsingkan kain kebaya dong. Tapi rasanya perlu mengerenyitkan mata yang berminus 4. Apa pasal? Lensa Kontak ketinggalan dikamar.
Alhamdulillah...acara akad nikah berjalan lancar.Menangis? Waduh nanti riasan luntur... Hahahahaaaa
Hanya sedikit masalah saja. Wajah teman-teman tidak begitu jelas dipandangan sampai mereka berdiri didepanku dan memberikan ucapan selamat. Pada saat itu, barulah ketahuan siapa temanku yang datang.
Kucium dengan lembut tangan suamiku untuk pertama kalinya, di hari itu di tanggal 18 Maret 2001. Senyumpun mengembang (Dari siapa?). Lega karena akhirnya kami menjadi suami isteri. Senang karena telah ditunaikan sebagian sunah Rasul. Bahagia karena cinta kami dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Lega karena akhirnya aku bisa berdiri dan melamaskan kakiku dari kesemutan yang menggigit.
Alhamdulillah....
"Selamat ya,mba", kata periasku, "Kalau saya jadi mba, pasti saya udah nangis dari tadi"
"Masa iya, mba? Kenapa?"
"Lha iya mba, masa jam setengah delapan baru masuk kamar untuk ngerias. Kan akadnya jam 9. Makanya tadi saya tadi bilang ke mba supaya jangan panik".
Oalah...itu tokh makna panik baginya. Beda makna panik rupanya...

2 komentar:
Wkwkwkwk, udah rusuh dari awal ternyata.
sorry gw gak dateng, entah ada dimana gw...jadi sedih *wkt komen yg babak pertama sempet terisak2 beneran*
Selamat ya nna, semoga awet selalu...saling jaga, saling nguatin, saling utuh, saling senyum, saling sapa, saling sama sama.
Sorry ya, butuh waktu 11 thn untuk ngucapin selamat ke elu.
Aaahhh jadi terharu. Ammiiin...aammmiiin....aammmiiin... Makasih ya ntan. Lebih baik telat drpd tdk samasekali *jadulbangetdahah* ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ..ټ..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
Posting Komentar